Wednesday, February 14, 2007

Pengembang Klasifikasi Sidik Jari


Sir Edward Richard (1850-1931)Berjasa Mengembangkan Klasifikasi Sidik Jari

DUNIA kepolisian dan hukum harus berterima kasih kepada Sir Richard Edward Henry. Berkat usahanya dalam mengelompokkan pola sidik jari, dunia forensik sangat terbantu dalam mengungkap sebuah ejahatan. Memang betul, Henry bukanlah penemu teknik atau metode sidik jari. Namun, berkat kepeloporannya saat mendirikan Biro Sidik Jari di Scotland Yard, penggunaan sidik jari menjadi bagian penting aparat penegak hukum.
Henry dilahirkan pada 26 Juli 1850 di Shadwell, Wapping, London, Inggris. Kedua orang tuanya berasal dari Irlandia. Pada tahun 1864, Henry kuliah di St. Edmund's College, Ware, Hertfordshire. Dua tahun kemudian masuk ke University College, London. Di sinilah ia belajar bahasa Inggris, Latin, fisika, dan matematika. Setelah lulus kuliah tahun 1869, Henry bekerja sebagai juru tulis di pialang asuransi Lloyds.
Awal keterlibatan Henry dalam dunia hukum dimulai saat ia pada tahun 1871 belajar hukum di Society of the Middle Temple, London. Dua tahun kemudian ia lulus ujian masuk ke kantor pemerintahan daerah koloni Inggris di India. Pada Juli 1873 Henry ditugaskan oleh sekretaris negara menjadi anggota kantor pelayanan masyarakat di wilayah Fort William, Bengal, India Timur. Henry berangkat ke India pada September 1873 melalui Terusan Suez dan Aden. Setelah satu bulan perjalanan, ia pun tiba di Bombay.
Pada Oktober 1873, saat ia berada di Allahabad, Gubernur Provinsi Negara Barat Daya India mengangkat Henry sebagai asisten magistrate collector. Dengan cepat ia menguasai bahasa Urdu dan Hindi, sebuah kemampuan yang sangat menolongnya saat menyelesaikan berbagai persoalan klaim pajak dan perselisihan lainnya.
Pada bulan November 1890 Henry menikah dengan Louisa Langrishe Moore di Gereja Katedral St. Thomas, Bombay. Pada 2 April 1891, Henry diangkat menjadi inspektur jenderal di kepolisian Bengal. Setahun kemudian, ia membentuk sistem athropometric dalam mengidentifikasi para penjahat. Sistem anthropometric adalah sebuah metode yang dikembangkan Bertillion dengan mengedepankan ciri-ciri fisik seseorang.
Pada saat yang sama ia juga tertarik pada apa yang dikembangkan Sir Francis Galton dan beberapa pihak lain yang menggunakan sidik jadi dalam mengidentifikasi penjahat. Galton memang menulis buku berjudul Finger Prints. Henry dan Galton kemudian berkorespondensi secara reguler selama 1894. Mereka mendiskusikan penggunaan sidik jari. Pada 1896 Henry membuat aturan di kepolisian Bengal, setiap narapidana di sana tidak hanya diambil ciri-ciri fisik mereka, tapi juga sidik jarinya.
Dibantu oleh Azial Haque dan Hemchandra Bose, Henry kemudian mengembangkan sistem klasifikasi sidik jari. Itu terjadi antara Juli 1896 hingga Februari 1897. Sistem yang dikembangkan Henry memungkinkan sidik jari lebih mudah disimpan, dicari, dan diusut. Sebuah sistem sederhana yang kemudian diterima dan diadopsi di seluruh dunia hingga sekarang.
Pada Maret 1887, sebuah komisi pengawas telah dibentuk di Calcutta untuk menguji kedua sistem identifikasi tesebut (sidik jari dan anthropometric) . Akhirnya, berdasarkan suara bulat diputuskan, sistem sidik jari Henry yang dipilih dan pada Juli 1897 sistem tersebut diperkenalkan ke seluruh British India oleh gubernur jenderal.
Tiga tahun kemudian Henry diundang Belper Committee ke London. Henry diminta untuk menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi dunia kepolisian dalam melakukan proses identifikasi personal. Panel mengirim Henry ke Natal, satu koloni Inggris di Afrika Selatan, untuk membantu mereorganisasi kepolisian di sana dan sekaligus mendirikan biro sidik jari di Pietermaritzburg. Hasilnya luar biasa, biro tersebut mencatat sukses besar.
Pada 1901 Henry dipanggil kembali ke Inggris dan pada 31 Mei 1901 ia diangkat menjadi asisten komisaris di Scotland Yard. Ia dipercaya menangani Departemen Investigasi Kriminal.
Pada 1 Juli 1901, untuk pertama kalinya biro sidik jari didirikan di Scotland Yard. Pada 11 Maret 1901 Henry diangkat sebagai komisaris di Scotland Yard dan pada 1906 ia mendapat gelar bangsawan. Pada tahun 1910 Henry diangkat menjadi Knight Commander of the Order of the Bath (KCB).
Sayang, kehidupan Henry tidak mengenakkan. Sebagai pelopor pengungkapan kejahatan, menjadikan Henry berada pada posisi banyak musuh. Tahun 1912 sebuah percobaan pembunuhan dilakukan terhadap Henry di rumahnya di Kensington. Untungnya ia selamat. Dari tiga tembakan yang diarahkan kepadanya, hanya satu yang mengena, meski tak sampai merenggut jiwanya.
Pada 31 Agustus 1918 Henry diberhentikan dari jabatannya sebagai komisaris di Scotland Yard. Dua tahun kemudian, ia dan keluarganya pindah dari Kensington ke sebuah rumah bergaya Victoria di Ascot, Berkshire. Pada 19 Februari 1931, Henry meninggal dunia akibat serangan jantung.
Selama bertahun-tahun makamnya tak ada yang mengurus. Pada bulan April 1992, seorang petugas kepolisian metropolitan dari biro sidik jari memindahkan makam Henry ke kompleks Gereja All Souls di South Ascot. Setelah ada permohonan internasional dari Masyarakat Sidik Jari, pada tahun 1994 makam Henry pun direnovasi.

Apa seh Valentine tu

VALENTINE'S DAY, BERAWAL DARI PERAYAAN YANG SUCIANDA sering tidak tahu apa itu perayaaan hari Valentine yang sebenarnya? Saat ini banyak orang-orang yang tak tahu sejarah terciptanya valentine. Maka dari itu, ketahuilah sejarah Valentine jika Anda ingin merayakan Valentine. Menurut sumber yang sangat dipercaya, Valentine berawal dari sebuah perayaan Lupercalia yang tak lain adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari).
Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama ?nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity) . Dan pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masaRomawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa St. Valentine termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Tapi menurut versi PERTAMA, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine. Ia adalah seorang Bishop (Pendeta) di Terni, satu tempat sekitar 60 mil dari Roma. Iapun dikejar-kejar karena mempengaruhi beberapa keluarga Romawi dan memasukkan mereka ke dalam agama Kristen. Kemudian ia dipancung di Roma sekitar tahun 273 masehi.
Sebelum kepalanya dipenggal, Bishop (Pendeta) itu mengirim surat kepada para putri penjaga-penjaga penjara dengan mendoakan semoga bisa melihat dan mendapat kasih sayang Tuhan dan kasih sayang manusia. ?Dari Valentinemu? demikian tulis Valentine pada akhir suratnya itu. Surat itu tertanggal 14 Februari 270 M. sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai Valentine?s Day atau Hari Kasih Sayang.
Versi KEDUA, menceritakanbahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).
Versi KETIGA, perayaan ini dihubungkan dengan St. Valentine, seorang Pendeta yang hidup di Roma pada tahun 200 masehi, dibawah kekuasaan Kaisar Claudius II. St. Valentine ini pernah ditangkap oleh orang-orang Romawi dan dimasukkan ke dalam penjara, karena dituduh membantu satu pihak untuk memusuhi dan menentang Kaisar. St. Valentine ini berhasil ditangkap pada akhir tahun 270 masehi. Kemudian orang-orang Romawi memenggal kepalanya di Palatine Hill (Bukit Palatine) dekat altar Juno.
Adapun kebiasaan mengirim kartu Valentine yang sering dilakukan pada saat perayaan hari kasih sayang tersebut, sebenarnya tidak adakaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).
Lalu bagaimana dengan ucapan "Be My Valentine? Ken Sweiger dalam artikel Should Biblical Christians Observe It?? mengatakan kata Valentine berasal dari Latin yang berarti : ?Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi, to be my Valentine, hal itu berarti menduakan Tuhan (karena memintanya menjadi Sang Maha Kuasa) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Adapun lambang Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayapdengan panah adalah putra Nimrod the hunter dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!
Di Indonesia, perayaan valentine's day mulai membudaya di kalangan masyarakat kita khususnya dikalangan kawula muda, sekitar akhir tahun 1980-an berbarengan dengan munculnya televisi-televisi swasta yang banyak mengupas dan menayangkan berita ataupun film-film yang bertemakan perayaan tersebut. Sejak itulah, perayaan valentine's day digandrungi oleh para generasi muda, sebagai akibat dari penetrasi budaya asing yang masuk lewat pemberitaan berbagai media baik cetak maupun elektronik.
Perayaan ini pun dikenal oleh mereka sebagai perayaan hari kasih sayang, yang menurut mereka adalah moment yang paling tepat untuk mengungkapakan perasaan cita dan kasih sayang kepada orang-orang yang dekat di hati. Perayaan ini biasanya dilaksanakan di kafe-kafe, hotel-hotel atau tempat-tempat yang romantis, di mana setiappasangan memberikan hadiah berupa kue coklat atau bunga yang bertuliskan 'I wish you will be my valentine' kepada yang lain.
Yang lebih mengejutkan, ada beberapa acara yang sering digelar diberbagai tempat rahasia di Metropolitan, belakangan ini, pesta perayaan valentine's day dirayakan dengan perbuatan-perbuatan yang amoral dan jauh dari temanya itu sendiri. Banyak kita dapatkan di pemberitaan televisi maupun koran-koran sekelompok anak muda yang menghabiskan malam perayaan tersebut dengan pesta seks dan narkoba.
Padahal untuk menyatakan cinta dan menyebarkan cinta, secara langsung dan tak langsung ada pada sifat dan sikap setiap manusia yang baik disetiap harinya. Dan itu lebih bermanfaat. Ngga pada perayaan yang melulu hura-hura. Nah sekarang, bagaimana dengan Anda, akankah Anda terus berhura-hura setiap tahunnya? Cape deh!