Saturday, October 28, 2006

Mencoba Memahami Kritikan Bos!



Memang membela diri itu terjadi secara refleks dan alamiah, terutama jika Anda merasa kritikan itu tidak tepat. Tapi perlu Anda ketahui, ternyata jika caranya nggak pas, pembelaan diri terhadap kritikan bos bisa menciptakan jarak yang sangat jauh antara Anda dan bos. Bos akan menganggap Anda selalu bersikap defensif sekalipun Anda berada dalam kondisi yang salah. Bos juga akan menilai Anda tidak terbuka pada setiap bentuk koreksi.

Akibatnya bos merasa tidak nyaman berbicara dengan Anda. Dampak lebih jauh yang bisa saja terjadi, Anda tidak dilibatkan dalam tugas penting. Hal ini jelas merugikan Anda bukan..? Lalu bagaimana sebaiknya sikap Anda jika dikritik bos? Jika bos mengkritik Anda, bersikaplah secara positif. Terbukalah terhadap segala bentuk kritik, apalagi kritik dari bos. Cobalah berpikir bahwa kritik bukanlah celaan apalagi hinaan.

Yakin deh pasti bos memiliki alasan yang cukup tepat untuk mengkritik. Jika Anda ingin melakukan pembelaan diri, lakukan dengan bijak, jangan penuh emosionil. Sampaikan di saat yang tepat. Mungkin pertemuan informil dapat Anda pilih untuk menjernihkan kritikan bos. Ingat, Anda berbicara untuk menjernihkan masalah bukan untuk membela diri. Sampaikan terima kasih pada bos karena ia telah mengkritik Anda. Karena kritik dari bos juga merupakan salah satu bentuk perhatian dan penghargaan atas performa kerja Anda. Kritik dari bos juga menandakan bahwa bos peduli pada keberadaan Anda.

Perlu Anda waspadai argumentasi yang meledak-ledak hanya membuat nilai Anda semakin minus di mata bos. Sebaliknya jika Anda merenungi kritikan bos, mungkin Anda akan menemukan kebenaran ataupun sisi positif kritikannya. Dengan demikian Anda akan menyadari kekurangan dan kesalahan Anda. So, Anda bisa memperbaiki atau paling tidak meminimalkan kekurangan Anda. Dengan demikian Anda telah berlaku bijaksana dalam menerima kritikan bos. Bukankah lebih baik dikritik daripada dicuekin bos....?

Tips Hadapi Orang Marah di Kantor



Mendengarkan omelan atau umpatan orang lain memang bukan sesuatu yang menyenangkan. Apalagi jika omelan itu ditujukan pada kita. Kalau bisa ingin rasanya kita 'membungkam' mulut si pengomel, apapun caranya. Masalahnya, sesabar apapun anda, pasti hati dan telinga anda akan 'panas' mendengar omelan.

Jika kondisi tersebut anda alami di kantor, misalnya bos atau rekan kerja yang marah, tentu masalahnya akan semakin ruwet. Karena belum lagi memikirkan pekerjaan, anda sudah harus mendengarkan 'nyanyian' yang sama sekali tidak merdu. Tentu perasaan anda akan semakin 'terbakar' bukan?

Tapi sebaiknya tahan emosi anda, jangan sampai emosi anda meledak ketika menghadapi orang marah. Karena jika emosi dibalas dengan emosi juga, urusannya akan semakin kacau. Menurut psikolog di Amrik, Patricia Patton, cara menghadapi orang yang sedang 'panas' adalah dengan cara meningkatkan peran EQ (Emotional Quotient) atau kecakapan emosi anda. Berikut ini adalah langkah yang bisa anda tempuh dalam menghadapi kemarahan orang lain:

Positive thinking
Daripada ikut-ikutan emosi, lebih baik anda tenangkan diri. Ingatlah bahwa masalah selalu ada di dunia kerja. Dan segala sesuatu pasti ada solusinya. Dimarahi bos atau mendengar omelan rekan kerja adalah resiko di tempat kerja.

Kontrol diri
Jangan tergesa-gesa menyalahkan orang yang sedang marah, apalagi sampai melakukan aksi balas marah. Dan jangan sekalipun mengeluarkan pernyataan yang dapat memperkeruh suasana. Ingat, kecakapan anda menahan emosi akan membantu pencapaian solusi daripada ikut-ikutan marah.

Hargai pihak lain
Sebesar apapun amarahnya, cobalah untuk menyimak dan mendengarkan isi omelannya, terlebih jika bos anda. Karena pasti amarahnya itu cukup beralasan.

Empati
Coba pahami penyebab kemarahannya. Apakah karena kesalahan anda atau dia sendiri yang sedang bermasalah. Umpatan yang dia lontarkan yang seharusnya tidak boleh dilakukan, anggaplah sebagai salah satu kelemahannya. Dengan demikian anda telah berempati padanya. Hal ini bisa mengurangi emosinya.

Fokuskan pada masalah, bukan pada pribadi
Jangan mencari-cari alasan pribadi dalam menghadapi kemarahan orang lain. Jika kemarahan adalah masalah kantor, anda tidak bisa merembet ke urusan di luar kantor, sehingga tidak akan terjadi aksi sentimen.

Obyektif
Pikirkan di mana letak persoalannya dan apa yang menjadi penyebab kemarahannya. Kemudian coba anda introspeksi, apa dan dimana kelemahan anda. Jika anda memang salah, anda harus bersedia mengakui kesalahan anda.

Jangan abaikan kritik
Jika memang anda berada di pihak yang salah, dengarkan pendapat pihak lain sekalipun itu kritik. Dengan demikian anda mampu mengembangkan diri sekaligus belajar mengatasi setiap permasalahan termasuk mengatasi stres dan menemukan solusi.

Penting anda ketahui, kecakapan anda menahan dan mengelola emosi membuat anda lebih rasional dalam menyelesaikan setiap masalah yang anda hadapi di dunia kerja. Dan tentu saja kepiawaian serta kecakapan anda mengasah emotional quotient akan membantu anda mencapai karir yang menjulang. Selamat bekerja...!

Melawan Rasa Nggak Pede


Rasa pede alias percaya diri merupakan salah satu modal untuk sukses di dunia kerja. Tanpa rasa pede rasanya sulit bagi anda untuk maju. Karena bagaimana anda mau maju jika belum melangkah anda sudah takut duluan? Umumnya, orang-orang yang nggak pede adalah orang-orang yang selalu merasa khawatir, takut salah, dan takut ditertawakan oleh orang lain.

Padahal sesungguhnya anda nggak perlu merasa nggak pede, karena setiap manusia memiliki kelebihan sekaligus kekurangan masing-masing. Di satu segi anda bisa menjadi 'bintang' tetapi di sisi lain anda bisa tertinggal. Karena sebagai manusia biasa, wajar jika anda tidak bisa menguasai semua bidang bukan?

Biasanya saat anda menyadari kelebihan anda, anda bisa percaya diri. Tetapi saat menyadari kelemahan anda, mendadak anda merasa nggak pede. Ini normal, tetapi anda harus melawan saat-saat anda nggak pede. Menurut Bob Grifith Communications Psychologist asal London, semua bisa melawan rasa nggak pede. Ibaratnya jika anda bisa menjadi bintang dalam organisasi karang taruna di RT anda, anda pun bisa menjadi bintang di meeting room di kantor anda.

Rahasianya, anda harus mencari tahu apa yang membuat anda percaya diri saat anda sedang tangguh. Kemudian transferlah rasa percaya diri saat rasa kurang pede anda mendadak muncul. Misalnya bila anda selalu menundukkan kepala saat berpapasan dengan bos, cobalah untuk mengangkat kepala, tersenyum dan sapalah bos anda. Kedengarannya memang sepele, tetapi jika anda sukses melakukannya, ini hal ini bisa menjadi titik awal bagi tumbuhnya rasa pede anda.

Kemudian cari dan pelajarilah kemahiran serta kelebihan yang anda miliki. Serta carilah kemungkinan bahwa anda pun bisa berhasil di bidang lain. Setelah itu buatlah strategi untuk mengatasi keadaan sulit yang datang. Untuk mengatasi masalah pede, Grifith menyarankan agar anda memiliki pandangan yang taktis dalam menghadapi kehidupan ini.

"Menggunakan taktik atau strategi dalam kehidupan bukan berarti anda mempraktekkan cara-cara yang licik atau diam-diam. Tetapi dengan merencanakan bagaimana cara komunikasi yang efektif. Apa yang ingin anda sampaikan dan bagaimana orang akan menanggapinya," jelas Grifith.

Singkirkan juga rasa khawatir dan takut dalam menghadapi situasi buruk. Sebaliknya anda harus memikirkan cara mengatasinya. Misalnya jika ide anda ditolak, no problem. Di lain waktu anda pasti memiliki ide yang lebih cemerlang. Jangan sampai kekhawatiran dan ketakutan membuat anda melarikan diri dan bersembunyi dari orang-orang sekitar. Inilah saatnya anda harus bangkit, berdiri tegak dan melawan rasa nggak pede.

Mulailah untuk mencari tahu bagaimana anda bereaksi di saat menyenangkan dan di saat sulit. Catatlah selalu reaksi anda di saat yang menyenangkan. Kemudian saat situasi sulit keluarkan catatan tersebut. Hal ini akan membantu anda keluar dari stres, tertekan, sekaligus cara menghentikannya. Dan hal ini perlahan-lahan akan membantu diri anda meningkatkan rasa pede. Hingga anda memiliki rasa pede yang stabil.

Percayalah, rasa pede akan sangat membantu dalam mengantarkan anda ke gerbang sukses. So, mulai sekarang lawanlah rasa nggak pede anda. Berdirilah tegak, tataplah masa depan dan tersenyumlah. Hadapilah setiap tantangan apapun dengan sikap optimis. Sukses untuk anda..!